Entahlah ....
sepertinya setiap orang pernah terjebak disatu
cerita yang tidak membiarkan dirinya tamat
mungkin saja itu adalah aku yang sedang terjebak
dan tak bisa menamatkan cerita ini
Setelah beberapa bulan lamanya aku berfikir untuk
menamatkan cerita ini tak bisa kupungkiri aku masih
menunggu cerita darinya untuk mengakhiri cerita - cerita ini
Aku tak bisa menyalahkan pertemuan dan aku juga tak bisa
memberhentikan perasaan sebab semua akan berputar seperti bumi
yang berputar pada porosnya
ketahulah bahwa hati akan berbicara pada hati
Hati dengan perasaan seperti percintaan hulu dengan muara
aku memupuk kesabaran dan kau menebarkan umpama entah kemana saja
kepalaku penuh dengan pertanyaan ingin di akhiri dengan kata diam
namun, diam engganlah melihat
Tak bisa kupungkiri aku merindukan kita yang dulu
yang lebih baik tanpa kabar
yang lebih baik hanya berdoa
yang lebih baik tanpa tanda tanya
yang lebih baik memandang dari kejauhan
dan tersenyum ketika bertemu setelah sekian tahun lamanya
Aku memutar otak seribu kali lipat untuk bisa mengatakannya
sejak tahun terakhir aku mulai bosan dengan keadaan ini
aku ingin berhenti sejenak dan merasakan kebebasan hati
mungkin aku akan mengejar
mengejar perasaan yang dulu sempat tertutup rapat
oleh karena ke-gengsian
Ingin aku mencekik perasaan ini sampai mati tapi tak pernah bisa
selalu saja lolos dalam babak selanjutnya
aku tak peduli pada apapun itu tapi aku kalah dengannya
iya dengannya , dengan hati!!
Hati ku selalu berharap
tapi harapan hanya tinggal harapan
benar-benar tak bisa kupungkiri aku masih merindukanmu
yang datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba
Malam itu aku benar-benar mengerang kesakitan
kebodohan yang kulakukan
kebodohan yang kujalanin bertahun lamanya
baru bisa bangkit dari kesadaran yang bukan karena pukulan ke100 kali tak
bisa memecahkannya justru pukulan yang ke 99 sebelumnya yang
membangunkan kebodohan itu dan kebodohan yang telah terjadi
bagaimana jika aku mati didalam lingkaran hati dan perasaan
Aku berteriak!
atas kebodohanku selama ini
ingin kuputar semua waktu tapi waktu enggan mudur
aku ingin membeli waktu , berapanpun itu mahalnya
aku ingin mati suri, berapapun itu lamanya
hanya untuk melupakan kebodohan ini
______
Aku terbangun dari mimpi itu , dan aku memutuskan
untuk berkata
'Terserah'
'Tak peduli'
aku bukan lagi sebuah robot yang selalu
diciptakan dengan kesabaran dan selalu diremote kontrolkan untuk
mengendalikan amarah
Kali ini aku tidak main-main lagi dengan itu
aku telah bebas dari robot yang baik dan yang malang itu
______
Hati dan Perasaan telah terpisah menjauh dan menjadi Harapan
yang sempat memupuk Doa yang indah
Tuhan, kini giliranmu yang bercerita sekarang bukan lagi aku. Aku menjadi pendengar
yang baik dan budiman duduk manis didekat pelataranmu
jika kini giliran Tuhan yang bercerita maka aku meminta doa yang bukan lagi itu dan itu
Dengan begitu aku sudah tau bagaimana untuk tidak berjalan maju melainkan mundur
untuk mengulurkan hati pada sesuatu yang dulu sempat terpuruk
dan meninggalkan semua kebodohan ini
Sebelum sempat memulai semoga hati dan perasaan kembali
hati-hati dengan perasaan~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar