Minggu, 03 November 2013

KAUM PENULIS ~




 Awal yang indah , menyenangkan , bersama tertawa , membicarakan orang lain hanya untuk mengkritik yang baik bukan yang buruk
mengenal satu sama lain lebih dari 2 tahun lamanya


Perjalanan itupun panjang , sampai lupa pada diri sendiri, mengetahui seluk beluk satu sama lain
selalu menjadi penyemangat dalam hidup masing-masing tidak ada kata jauh walaupun jauh dan tidak ada kata dekat walaupun sebenarnya dekat  ...

Waktu itu , iya ntah mengapa ada kata waktu itu didalam kehidupan ini mungkin karena tekanan dalam hidup atau ntah apalah itu serasa ada yang mengganjal diulu hati , jika ada batu yang mengenainya maka ulu hati akan bocor seketika , aku tidak mementingkan arti hidup seseorang didunia ini ntah apapun itu sebab aku sudah tidak percaya pada manusia yang saling memaki dan mengejek bahkan perilaku dan tindakan yang tak semena-mena , aku hanya mencari orang pintar agar bisa sederajat dengan mereka atau diatas rata-rata mungkin?
Perjalanan hidupku mungkin sangat tragis dan tak perlu kuungkapkan satu per satu yang judulnya bakal sama dengan manusia lain bedanya hanya cara menjalankannya , orang-orang selalu bertanya padaku bahkan sampai seorang ibu sekalipun aku juga tahu aku bakal menjadi seorang ibu nantinya tapi aku hanya menjawab diatas rata-rataku dan akhirnya merekapun mengerti
dari yang tidak aku mengerti dalam alur ini adalah ketika aku baik pada seseorang kenapa mereka malah menyakiti secara baik ? yah kembali padaku yang tidak memperdulikan hal itu , tujuanku hanya membantu dan selesai .
Dari aku kecil aku tidak membutuhkan orang-orang untuk menyemangatiku atau yang sejenis dengan itu
aku hanya butuh waktu untuk memulihkan pikiranku kembali.

Hari itu adalah hari terhebat sekaligus hari yang paling meremukkan badanku yang kupendam-pendam mengalir ibaratkan krakatau yang meletus , dan akhirnya aku tak peduli yang penting aku puas puas dan puas dan itu akan berlaku sampai masa dimana aku  mati.
Hampir setahun bahkan dua tahun lebih aku sudah tidak ingat apa-apa lagi aku sudah menganggapnya mati ditelan bumi dan dibakar oleh matahari
"aku hanya ingin mengatakan terimakasih bumi terimakasih matahari "

Tepat ditahun ketiga kembali lagi seolah olah aku seperti sampah daur ulang , mengapa bertemu dengan sampah basah ini ? bukankan aku sampah kering yang baik bagi orang-orang ?
aku sudah terlalu banyak menerima celotehan orang aku hampir berbaik hati namun semua itu kalah dengan kekecewaan ..


Jika dialkitab terulis dipasal berapa dan diayat berapa yang berbunyi
"Jika engkau membenci seseorang maka bunuhlah dia " aku akan membunuhnya tapi Tuhan baik sekalipun aku salah dia membenarkan jalan yang baik
maka jalan terbaiknya adalah "Diam" dan " Lupa Ingatan" "yang ada menjadi tidak ada "
tetaplah seperti ini dan jangan berganti sebab ini yang membuatku bahagia
sebab ini yang membuatku bisa bernafas lega .
sebab ini yang bisa membuatku menghirup udara segar kembali

Tuhan Yesus boleh kah aku mati sejenak saja ? mengembalikan kebahagiaan yang aku rindukan selama ini
Ayah aku capek baik sama orang boleh kah aku capek ?
Ibuku jahat padaku , jahat sekali
Ayah .. aku ingin bersamamu aku hanya ingin bersamamu samamu ...
aku takut sama Ibu istrimu :[
jika aku harus melawan dia adalah ibuku yang takut sama dunia tapi aku hanya ingin seperti menjalani perjuanganmu sampai kau bisa buat aku menjadi anak yang sabar



Ayah apa kabar ?
sudah makan ?
apakah aku boleh ?
bisakah kau memberi waktumu padaku sedikit saja ?
tapi aku kuat :]



~_______________________________________________________________________________~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar