Jumat, 11 Oktober 2013

Sebuah Kebohongan



Sore itu awan sangat mempesona memperbaiki suasana sore yang mencekam 
hatiku gundah gulana ntah apa yang bakal terjadi sepulangnya aku dari tempat aku berdiam diri 

aku bersama dengan 4 sekawanku yang masing - masing  masih melakoni karakternya sendiri 
sambil menunggu malam tiba aku memasang musik yang menjadi bagian hidupku 
#I won't let you go 
semabari mendengar sembari mengikuti liriknya , nananana .....
aku mengambil sesuatu dan aku membuka beberapa tulisan yang masih tersimpan dengan rapi bersama dengan sampul yang menandakan saat sedih atau senang atau menangis dari dalam tasku
Dihalaman pertama aku tertawa dan tersenyum kemudian >
dihalaman 20>>>  aku membacanya sambil meneteskan air mata 

' Disini ditempat ini aku dan dia pertama kali bertemu melukiskan senyum yang begitu bahagia..
 andai waktu ini akan terulang lagi dilain waktu aku pasti menjadi manusia yang paling bahagia  :)'

lembar berikutnya ..

" Dipelataran suatu tempat yang dapat mengantarkan dia pergi jauh apakah ini akan mengantarkan kepulangannya kembali ? >,<  atau malah aku akan menunggu dengan kata-kata bohongku ?
menerima dengan senang namun menjalankannya sangatlah sulit "

"' Disini tempat kami menghabiskan waktu hingga larut malam dengan masih menggunakan karakter masing-masing , kapan ini terulang lagi ? kapan kapan yang kapan kapannya enggan bersuara  :"( '''

'''' Disini ? dimana lagi ... iya... disebuah jalan kami bersama berdua tertawa layaknya sahabat yang hampir punah punah dimakan oleh angin , hingga aku menitipkan rasa rindu yang tak pernah habis pada angin dan waktu ''''

''''' Disini ditempat ini  kami bertemu dengan kaum kami masing-masing saling menyapa dan memberi senyum pada yang lain hingga malam tiba , lalu ini kapan terjadi lagi ? aku juga tidak tahu'''''

 '''' Disini waktu itu mulai terasa habis , ( jangan..tetaplah seperti ini karena ini hanya sekali kulakukan )'''''
 
> Disini tempat aku bisa mengenang dia bisa merasakan tubuhnya mendekati tubuhku , tiap kali aku bersedih aku akan datang kesini kau adalah hartaku { } <

Tulisan itu semua selalu aku beri warna yang menandakan bahwa aku senang atau sedih 
semoga menjadi apa yang aku inginkan 
Tapi semua berubah berubah karena salahku aku berbohong pada diriku sendiri 
dan itu terasa ketika aku mulai jatuh pada kata sakit 

saat dia bertanya aku hanya menjawab 'tidak' 
saat dia bertanya lagi aku tetap menjawab 'tidak' 
hingga pertanyaan yang ketiga aku tetap menjawab 'tidak' 
'Kau berbohong pada hatimu !" 
'Tidak '

Aku takut untuk mengatakan yang sejujurnya karena aku takut aku kehilangan momen yang aku tulis itu dan ternyata aku benar semuanya hanyalah mimpi , mimpiku yang takkan pernah terwujud karena aku telah membiarkannya menyendiri tanpa aku yang aku pikir dia kuat dan bisa 
sekarang aku hanya menghitung puing demi puing untuk membentuknya kembali dan itu sulit bagiku
dan aku membenci pertemuan itu dan membenci diriku sendiri 
bagi dia aku hanya bola penghancur 
menginginkannya namun aku menghancurkannya #wrecking ball

 
Kini aku hanya diam menunggu keajaiban yang mendatangkan kenangan itu lagi 
hanya menunggu , menunggu dan tetap terus menunggu walau keping itu tetap menjadi kepingan yang rapuh
aku berdoa agar aku lupa ingatan 
lupa kalau aku pernah bersamamu 
lupa kalau aku bisa melihat 
lupa kalau aku pernah menulis ini 
Kebohonganku kini mempertebal benciku pada diriku 


#didalambumiyanghancur 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar