Sore itu awan sangat mempesona memperbaiki suasana sore yang mencekam
hatiku gundah gulana ntah apa yang bakal terjadi sepulangnya aku dari tempat aku berdiam diri
aku bersama dengan 4 sekawanku yang masing - masing masih melakoni karakternya sendiri
sambil menunggu malam tiba aku memasang musik yang menjadi bagian hidupku
#I won't let you go
semabari mendengar sembari mengikuti liriknya , nananana .....
aku mengambil sesuatu dan aku membuka beberapa tulisan yang masih tersimpan dengan rapi bersama dengan sampul yang menandakan saat sedih atau senang atau menangis dari dalam tasku
Dihalaman pertama aku tertawa dan tersenyum kemudian >
dihalaman 20>>> aku membacanya sambil meneteskan air mata
' Disini ditempat ini aku dan dia pertama kali bertemu melukiskan senyum yang begitu bahagia..
andai waktu ini akan terulang lagi dilain waktu aku pasti menjadi manusia yang paling bahagia :)'
lembar berikutnya ..
" Dipelataran suatu tempat yang dapat mengantarkan dia pergi jauh apakah ini akan mengantarkan kepulangannya kembali ? >,< atau malah aku akan menunggu dengan kata-kata bohongku ?
menerima dengan senang namun menjalankannya sangatlah sulit "
"' Disini tempat kami menghabiskan waktu hingga larut malam dengan masih menggunakan karakter masing-masing , kapan ini terulang lagi ? kapan kapan yang kapan kapannya enggan bersuara :"( '''
'''' Disini ? dimana lagi ... iya... disebuah jalan kami bersama berdua tertawa layaknya sahabat yang hampir punah punah dimakan oleh angin , hingga aku menitipkan rasa rindu yang tak pernah habis pada angin dan waktu ''''
''''' Disini ditempat ini kami bertemu dengan kaum kami masing-masing saling menyapa dan memberi senyum pada yang lain hingga malam tiba , lalu ini kapan terjadi lagi ? aku juga tidak tahu'''''
'''' Disini waktu itu mulai terasa habis , ( jangan..tetaplah seperti ini karena ini hanya sekali kulakukan )'''''
> Disini tempat aku bisa mengenang dia bisa merasakan tubuhnya mendekati tubuhku , tiap kali aku bersedih aku akan datang kesini kau adalah hartaku { } <
Tulisan itu semua selalu aku beri warna yang menandakan bahwa aku senang atau sedih
semoga menjadi apa yang aku inginkan
Tapi semua berubah berubah karena salahku aku berbohong pada diriku sendiri
dan itu terasa ketika aku mulai jatuh pada kata sakit
saat dia bertanya aku hanya menjawab 'tidak'
saat dia bertanya lagi aku tetap menjawab 'tidak'
hingga pertanyaan yang ketiga aku tetap menjawab 'tidak'
'Kau berbohong pada hatimu !"
'Tidak '
Aku takut untuk mengatakan yang sejujurnya karena aku takut aku kehilangan momen yang aku tulis itu dan ternyata aku benar semuanya hanyalah mimpi , mimpiku yang takkan pernah terwujud karena aku telah membiarkannya menyendiri tanpa aku yang aku pikir dia kuat dan bisa
sekarang aku hanya menghitung puing demi puing untuk membentuknya kembali dan itu sulit bagiku
dan aku membenci pertemuan itu dan membenci diriku sendiri
bagi dia aku hanya bola penghancur
menginginkannya namun aku menghancurkannya #wrecking ball
Kini aku hanya diam menunggu keajaiban yang mendatangkan kenangan itu lagi
hanya menunggu , menunggu dan tetap terus menunggu walau keping itu tetap menjadi kepingan yang rapuh
aku berdoa agar aku lupa ingatan
lupa kalau aku pernah bersamamu
lupa kalau aku bisa melihat
lupa kalau aku pernah menulis ini
Kebohonganku kini mempertebal benciku pada diriku
#didalambumiyanghancur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar