Pertama kali bertemu itu rasanya bagai bumerang diantara mata
otak berputar dan berbicara 'siapa dia?'
seolah-olah ada api yang menyala diantaranya dan takkan pernah mati
sekekian pertemuan itu ~ tampaknya sudah tersimpan di memori
tak lama kemudian pertemuan itupun di pertemukan kembali ya kembali pada si mata seakan mata itu berbicara sesuatu yang penting
otak berputar ~ ya aku tahu kau ~
kembali lagi seperti bumerang ingin sekali rasanya menghapus bumerang itu tapi apakah mungkin
__
ada sesuatu yang membuat keduanya berbicara dari sesuatu itulah pertemanan dimulai
tak ada yang perlu diberitahu semuanya telah mengalir begitu saja dengan diiringi waktu
semuapun berlalu
kini bumerang itu telah menjadi bumbu persahabatan
didalam menjalin segala sesuatu tidak ada yang mulus begitulah kisah ini yang dijalani bersama
ada kalanya bertengkar
ada kalanya memaafkan
ada kalanya tertawa
ada kalanya bersedih
ada kalanya bercanda dan
ada kalanya serius
dan sekarang telah terpisah akankah bumerang itu kembali menghancurkan ?
atau tetap menjauhkan bumerang itu dengan kesabaran dan rindu yang menghanyutkan ?
ingin rasanya pertemuan itu diulang kembali mengambil makna yang penting karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan , tak ingin perpisahan itu terjadi berharap selamanya bersama dimanapun berada
andai kata diantarnya pergi jauh salah satu akan menunggu di keabadian dan akan menjaga hingga terlelap karena diantarnya tidak memerlukan apapun jika didalam kesederhanaan itu tercipta kebahagian yang besar diantaranya persahabatan itu , maaf jika ada kelakuan yang membuat terluka
berharap Yang Maha Kuasa turut membimbing dan memberkatinya sampai akhir hayat
MTS ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar